Nama: elisabeth iga .m. faot
Kelas: A
No reg: 13115030
A. TAHAPAN PERKEMBANGAN ANAK-ANAK USIA 0-5 TAHUN
1. Karakteristik Perkembangan Motorik umur 0 - 1 tahun
- Bermain dengan tangan
- Menahan barang yang di pegangnya
- Mengangkat kakai dan memainkan jari tangan di depan mata
- Mencoba merangkak
- Berjalan jika di pegang/berpegangan
2. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Umur 1-2 Tahun
- Berjalan tanpa di bantu
- Memegang krayon secara fungsional
- Berlari dengan baik hanya sesekali jatuh
- Bermain jongkok dengan seimbang tanpa di bantu tangan
- Mendorong dan menarik benda yang cukup besar sambil berjalan
3. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Umur 2-3 Tahun
- Menggunting secara fungsional tapi tidak lurus benar
- Mulai memegang krayonatau pensil denga n jari telunjuk dan ibu jari
- Mengayuh sepeda roda tiga
- Memanjat berbagai benda dan rintangan
5. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Umur 3-4 Tahun
- Mengaduk air dengan sendok
- Melompat turun dari ketinggian 6-8 inci
- Melempar bola dari jarak 2 meter
- Mampu memutar/membelok menghindari rintanngan sambil berlari atau bersepeda roda tiga
- Membuat suatu bangunan dengan berbai macam balok
- Berdiri tanpa jatuh dengan satu kaki selama 4-5 detik
A. TAHAPAN MASA REMAJA
Berdasarkan
sifat dan ciri perkembangnya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap yaitu:
1)Masa remaja awal (10-12 tahun)
- Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya
- Tampak dan merasa ingin bebas
- Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir dan khayal (abstrak)
2)Masa remaja tengah (13-15 tahun)
- Tampak dan merasa ingin mencari identitas diri
- Adanya keinginan untuk berkencan atau tertarik pada lawan jenis
- Timbul perasaan cinta yang mendalam
- Mampu berfikir abstrak (berkhayal) makin berkembang Berkhayal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual
3)Masa remaja akhir (16-19 tahun)
- Manampakkan pengungkapan kebebasan diri
- Dalam mencari teman sebaya lebih selektif
- Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya
- Dapat mewujudkan persaan cinta
- Memiliki kemampuan berfikir khayal atau abstrak
B. TAHAP PERKEMBANGAN PADA USIA DEWASA
Tahap
perkembangan pada usia dewasa ini dapat di bagi atas beberapa bagian,
antara lain :
1.
Perkembangan Dewasa Dini ( 20 tahun - 40 tahun )
a.
Penyesuaian terhadap perubahan fisik
- Pada periode dewasa awal, penampilan dan kesehatan fisik mencapai puncaknya dan periode yang sama penurun penampilan, kekuatan dan kesehatan fisik pun mulai menurun. penampilan, kekuatan dan kesehatan fisik dicapai pada periode permulaan dewasa awal dan menurun pada akhir dewasa awal. dan puncak efisiensi fisik biasanya dicapai pada usia pertengahan duapuluhan dan sesudah mana menjadi penurunan lambat laun hingga awal usia 40-an.
b. Perubahan
Kognitif
- Kekhasan tingkah laku kognitif, orang dewasa yang matang perkembangan kognitifnya lebih sistematis dalam memecahkan masalah. Orang dewasa awal mulai berpikir yang lebih liberal dan bijaksana dalam mengambil keputusan tentang cara pemecahan masalah, sehingga peningkatan toleransi terhadap hal – hal yang tidak diinginkan.
c.
Penyesuaian peran seksual
- Penyesuaian pada peran seks pada masa dewasa dini benar – benar sulit. anak laki – laki dan perempuan telah menyadari pembagian peran seks yang direstui masyarakat, tetapi belum tentu mereka mau menerimanya sepenuhnya.
d.
Penyesuaian perubahan minat
- Remaja umumnya mempertahankan minat – minat mereka sewaktu beralih kemasa dewasa tetapi minat pada masa dewasa kemudian akan berubah juga. ini disebabkan karena beberapa minat yang dipertahankan dalam kehidupan dewasa tidak sesuai dengan peran sebagai orang dewasa.
e.
Penyesuaian perubahan perkawinan
- Penyesuaian yang lebih cocok dan disukai menjadi sulit begitu juga dengan banyaknya pertambahan model keluarga menjadikan proses penyesuaian hidup sebagai suami istri sulit. tingkat kesulitan menjadi besar dimana gaya hidupnya berbeda sekali dengan anggota lainnya dalam keluarga.
f.
Penyesuaian pekerjaan
- Penyesuaian pekerjaan makin cocok bakat dan minatnya dengan jenis pekerjaan yang diemban, makin tinggi pula tingkat kepuasan yang diperoleh. pola umum kehidupan mereka bergantung pada beberapa banyak yang mereka peroleh dan bagaimana cara memperolehnya.
2.
Perkembangan Dewasa Madya ( 40 tahun - 60 tahun )
a.
Penyesuaian terhadap perubahan fisik
- penyesuaian diri terhadap perubahan fisik terasa sulit karena adanya kenyataan bahwa sikap individu yang kurang menguntungkan semakin di intensifkan lagi oleh perilaku sosial yang kurang menyenangkan terhadap perubahan normal yang muncul bersama pada tahun – tahun selanjutnya.
b. Perubahan
Kognitif
- Pada usia setengah baya kemampuan kognitifnya yang menurun adalah kemampuan mengingat, berpikir, mekanisme yang memerlukan kecepatan dan keakuratan input melalui panca indra agar dapat mengamati gerak, perbedaan, perbandingan dan pengelompokan atau pengkategorian.
c.
Penyesuaian peran seksual
Penyesuaian
fisik yang paling sulit dilakukan oleh pria maupun wanita pada usia madya
terdapat pada perubahan, pada kemampuan seksual mereka.
- Perubahan seksual pada wanita; perubahan tubuh dan emosi secara umum terjadi pada saat menopause, tetapi tidak selalu disebabkan atau berhubungan dengan keadaan tersebut. berhentinya menstruasi hanya merupakan salah satu aspek dari menopause.
- Perubahan seksual pada pria klimakterik pada pria sangat berbeda dengan menopause pada wanita. klimakterik dating kemudian, biasanya pada usia 60 atau 70 tahunan dan berjalan sangat lambat.
d.
Penyesuaian perubahan minat
- perubahan minat yang ada perubahan tugas, tanggungjawab, kesehatan dari peran dalam hidup, konsentrasi pria pada bidang pengembangan kerja pada umumnya memainkan peran penting dalam menekan keinginan mereka dibanding pada masa yang relative masih muda.
e.
Penyesuaian perubahan perkawinan
Pola
kehidupan keluarga yang dijalani banyak mengalami perubahan selama periode usia
madya seperti diungkapkan cavan “perubahan yang paling besar adalah penarikan
diri dari anak – anak dari keluarga, meninggalkan bapak dan ibunya. sebagai
unit keluarga” penyesuaian terhadap perubahan ini biasanya lebih sulit bagi
wanita daripada pria karena kehidupan wanita berpusat pada rumah dan anggota
keluarga selama tahun – tahun usia dini.
Kondisi yang
merumitkan penyesuaian diri terhadap perubahan pola keluarga pada usia madya :
- Perubahan fisik
- Hilangnya peran sebagai orangtua
- Kurangnya persiapan
- Perasaan kegagalan
- Merasa tidak berguna lagi
- Kekecewaan terhadap perkawinan
- Merawat anggota keluarga berusia lanjut.
f.
Penyesuaian pekerjaan
- Dewasa ini dengan semakin bertambahnya jumlah wanita yang memasuki dunia kerja usia madya, maka masalah pengalaman menyesuaikan diri dengan pekerjaan buka monopoli pria saja. wanita juga mempunyai banyak masalah yang sama dengan pria dan bahkan banyak wanita menganggapnya sebagai masalah yang unik bagi mereka.
3.
Perkembangan Pada Dewasa Akhir ( 60 - isdead )
a.
Penyesuaian terhadap perubahan fisik
- Perubahan fisik bukan lagi pertumbuhan tetapi pergantian dan perbaikan sel – sel tubuh.
- Pertumbuhan dan reproduksi sel – sel menurun, oleh karena itu peristiwa penurunan pertumbuhan dan reproduksi sel – sel menyebabkan terjadi banyak kegagalan pergantian sel – sel yang rusak, lamanya penyembuhan apabila lansia menderita sakit.
b. Perubahan
Kognitif
- Orang yang sudah tua menjadi pelupa, reaksi terhadap rangsangan yang semakin lamban
- Orang yang sudah tua itu sebagian orang memusuhi generasi muda mempertahankan cara lama dan tidak ingin adanya perubahan.
c.
Penyesuaian peran seksual
- Setiap orang butuh dicintai dan dipelihara meskipun sudah tua.
d.
Penyesuaian perubahan minat
- Minat
pribadi
- Minat dalam diri sendiri : orang menjadi semakin dikuasai oleh diri sendiri apabila semakin tua
- Minat terhadap pakaian : minat terhadap pakaian tergantung pada sejauh mana orang berusia lanjut terlubat dalam kegiatan sosial
- Minta terhadap uang : pensiun atau pengangguran mungkin akan menjalani masa tuanya dengan pendapatan yang kurang bahkan mungkin tanpa pendapatan samasekali.
- Minat untuk rekreasi :beberapa
perubahan dalam kegiatan sering dilakukan karena memang tidak dapat dielakkan
- Minat
sosial
- Minat
untuk mati
e.
Penyesuaian perubahan perkawinan
- Salah satu cara orang usia lanjut dalam mengatasi masalah kesepian dan hilangnya aktivitas seksual yang disebabkan karena tidak mempunyai pasangan hidup adalah dengan cara menikah kembali. menikah lagi pada masa dewasa ini merupakan hal yang biasa daripada masalalu. bagaimana seperti telah ditekankan pada uraian yang terdahulu, bahwa kesempatan untuk menikah kembali lebih sedikit bagi wanita daripada bagi pria dari tahun ke tahun.
f. Penyesuaian
pekerjaan
- Pria lanjut usia biasanya lebih tertarik pada jenis pekerjaan yang statis dari pada pekerjaan yang bersifat menantang yang mereka sadari tak mungkin ada. mereka lebih puas dengan pekerjaannya pada orang yang lebih muda. wanita yang tidak bekerja selama masa dewasa ini ketika mereka sibuk dengan pekerjaan rumahtangga dan mengurus anak, sering kali bekerja usia madya dan mendapatkannya. sebagai komponensasi kepuasan dari tanggungjawab keluarga dan rumah semakin berkurang.