Minggu, 12 Juni 2016

KESUKSESAN TERBESAR DALAM HIDUPKU..



Nama: Elisabeth iga mawarni faot
No reg: 13115030
Kelas: A
                       
                                            Kesuksesan itu tidak jatuh dari langit


              Kesusksesan menurut saya” sesuatu yang harus di perjuangkan”  tanpa berjuang yang didapatkan pasti nihil. Pada umumnya orang beranggapan bahwa sukses itu memiliki jabatan tinggi di pemerintahan, memunyai rumah mewah, mobil yang mahal  dan sering melakukan perjalanan ke luar negeri intinya menjadi orang terkenal dan sangat di hormati di segani di lingkungan keluarga maupun masyarakat  setiap orang  memaknai kesuksesan pasti tergantung pada persepsi masing-masing insan,  begitu jaga pendapat saya tentang kesuksesan. Mengenai kesuksesan  tentu tidak lepas dari proses, hasil, rencana, dan target sayangnya orang hanya menilai dari hasilnya.
        Perjalanan hidup saya di mulai dengan dasar yang sangat sulit di mana yang harus menghadapi moment yang tidak pernah di lupakan dengan meninggalnya salah satu orang tua saya yaitu Ayah saya yang sangat  sayangi. Sebagai anak ke dua dari lima bersaudara  saya menjadi kakak tertua sementara di rumah karna menggantikan posisi kakak yang harus bersekolah di luar daerah dan saya bersekolah di dekat rumah saya. Ibu saya yang hanya seorang ibu rumah tangga yang baik dengan setia menggurus kami semua. Kehidupan perekonomian keluarga kami sangat merosot setelah meninggalnya ayah saya, kesulitan saya didalam pendidikan saya maupun biaya kehidupan sehari-hari sungguh sangat sulit tapi tidak pernah membuat saya putus asa karna perjuangan saya harus tetap di lanjutkan keinginan saya setelah lulus dari sekolah menengah atas saya harus melanjutkan saya mengikuti PMDK yang dilaksanakan di sekolah dari penguruan tinggi negeri saya berhasil terpilih dari sekolah saya untuk bisa langsung masuk ke perguruan tinggi tetapi ternyata Tuhan membelokkan keinginan saya setelah saya berhasil masuk di perguruan tinggi negeri saya sangat senang karna  bisa memberi sedikit senyuman kepada ibu saya karna bisa masuk di perguruan tinggi negeri. Ternyata mimpi itu cuman senyum sesaat dan  saya harus kubur dalam-dalam  mimpi tersebut, sedih, jatuh bangun air mata pengorbanan yang saya lakukan dengan belajar sungguh-sungguh untuk masuk ke perguruan tinggi tidak bisa di lanjutkan karna terkendala  biaya pada saat pendaftaran awal.
 Saya mulai pesimis dengan masa depan saya, tapi mencoba untuk tidak terhanyut dalam bayang-bayang suram  kehidupan saya sangat mendua berjuang  atau pasrah akan keadaan  yang sekarang. Akhirnya saya memutuskan untuk bekerja agar lebih meringankan beban ibu saya. Setelah saya bekerja di sebuah apotik di daerah tempat tinggal saya setelah setahun bekerja saya tidak cukup mengumpulkan uang untuk masuk perguruan tinggi kali ini saya benar-benar sudah tidak bisa berbuat apa-apa sempat saya terpikir lagi untuk tidak memperjuangkan sesuatu yang sia-sia saya beranggapan  bahwa saya mungkin tdak akan pernah bisa seperti teman-teman yang memiliki  orang tua lengkap dan lebih lancar dalam hal pendidikan sehingga mendapat pekerjaan yang lebih menjanjikan nantinya.   Dengan semangat dari ibu saya ia selalu mendorong saya untuk semangat dalam melanjutkan sekolah,  mulailah timbul keinginan untuk  bekerja lagi tapi saya memilih untuk melamar pekerjaan di tempat lain. Ternyata Tuhan memberi saya jalan yang baik sehingga saya mendapatkan pekerjaan kali ini saya lebih serius dalam bekerja lebih banyak menabung untuk pendidikan. Setelah satu  tahun lebih saya bekerja saya pun berhasil mengumpulkan sedikit demi sedikit pundi-pundi rezeki dari hasil kerja keras saya dalam kurun waktu tersebut. Kali ini tekad saya benar-benar sudah bulat saya mulai melangkah memasuki gerbang univesitas widya mandira kupang dengan hati yang begitu tenang saya mendaftarkan diri mengikuti prosedur yang ada hingga mengikuti ujian dan mendapatkan hasil bahwa saya diterima menjadi  bagian dari unwira, rasa bangga atas pencapaian kerja keras dalam kurun waktu yang lama terbayar sudah inilah keberhasilan terbesar dalam diriku. Bagi saya kesuksesan tidak pernah jatuh dari langit butuh perjuangan yang dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar