Minggu, 12 Juni 2016

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN ANAK-ANAK, REMAJA DAN DEWASA



Nama: elisabeth iga .m. faot
Kelas: A
No reg: 13115030


A.    TAHAPAN PERKEMBANGAN ANAK-ANAK USIA 0-5 TAHUN

1. Karakteristik Perkembangan Motorik umur  0 - 1 tahun
  • Bermain dengan tangan
  • Menahan barang yang di pegangnya
  • Mengangkat kakai dan memainkan jari tangan di depan mata
  • Mencoba merangkak
  • Berjalan jika di pegang/berpegangan
2. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Umur 1-2 Tahun
  • Berjalan tanpa di bantu
  • Memegang krayon secara fungsional
  • Berlari dengan baik hanya sesekali jatuh
  • Bermain jongkok dengan seimbang tanpa di bantu tangan
  • Mendorong dan menarik benda yang cukup besar sambil berjalan
3. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Umur 2-3 Tahun
  • Menggunting secara fungsional tapi tidak lurus benar
  • Mulai memegang krayonatau pensil denga n jari telunjuk dan ibu jari
  • Mengayuh sepeda roda tiga
  • Memanjat berbagai benda dan rintangan
5. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Umur 3-4 Tahun
  • Mengaduk air dengan sendok
  • Melompat turun dari ketinggian 6-8 inci
  • Melempar bola dari jarak 2 meter
  • Mampu memutar/membelok menghindari rintanngan sambil berlari atau bersepeda roda tiga
  • Membuat suatu bangunan dengan berbai macam balok
  • Berdiri tanpa jatuh dengan satu kaki selama 4-5 detik

A.    TAHAPAN MASA REMAJA

Berdasarkan sifat dan ciri perkembangnya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap yaitu:

1)Masa remaja awal (10-12 tahun)

  1. Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya
  2. Tampak dan merasa ingin bebas
  3. Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir dan khayal (abstrak)

2)Masa remaja tengah (13-15 tahun)

  1. Tampak dan merasa ingin mencari identitas diri
  2. Adanya keinginan untuk berkencan atau tertarik pada lawan jenis
  3. Timbul perasaan cinta yang mendalam
  4. Mampu berfikir abstrak (berkhayal) makin berkembang Berkhayal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual

3)Masa remaja akhir (16-19 tahun)

  1. Manampakkan pengungkapan kebebasan diri
  2. Dalam mencari teman sebaya lebih selektif
  3. Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya
  4. Dapat mewujudkan persaan cinta
  5. Memiliki kemampuan berfikir khayal atau abstrak
B.     TAHAP PERKEMBANGAN PADA USIA DEWASA

Tahap perkembangan pada usia dewasa ini dapat di bagi atas beberapa bagian,  antara   lain :

1. Perkembangan Dewasa Dini ( 20 tahun - 40 tahun )

a. Penyesuaian terhadap perubahan fisik
  • Pada periode dewasa awal, penampilan dan kesehatan fisik mencapai puncaknya dan periode yang sama penurun penampilan, kekuatan dan kesehatan fisik pun mulai menurun. penampilan, kekuatan dan kesehatan fisik dicapai pada periode permulaan dewasa awal dan menurun pada akhir dewasa awal. dan puncak efisiensi fisik biasanya dicapai pada usia pertengahan duapuluhan dan sesudah mana menjadi penurunan lambat laun hingga awal usia 40-an.
b. Perubahan Kognitif
  • Kekhasan tingkah laku kognitif, orang dewasa yang matang perkembangan kognitifnya lebih sistematis dalam memecahkan masalah. Orang dewasa awal mulai berpikir yang lebih liberal dan bijaksana dalam mengambil keputusan tentang cara pemecahan masalah, sehingga peningkatan toleransi terhadap hal – hal yang tidak diinginkan.

c. Penyesuaian peran seksual
  • Penyesuaian pada peran seks pada masa dewasa dini benar – benar sulit. anak laki – laki dan perempuan telah menyadari pembagian peran seks yang direstui masyarakat, tetapi belum tentu mereka mau menerimanya sepenuhnya.  
d. Penyesuaian perubahan minat
  • Remaja umumnya mempertahankan minat – minat mereka sewaktu beralih kemasa dewasa tetapi minat pada masa dewasa kemudian akan berubah juga. ini disebabkan karena beberapa minat yang dipertahankan dalam kehidupan dewasa tidak sesuai dengan peran sebagai orang dewasa.
e. Penyesuaian perubahan perkawinan
  • Penyesuaian yang lebih cocok dan disukai menjadi sulit begitu juga dengan banyaknya pertambahan model keluarga menjadikan proses penyesuaian hidup sebagai suami istri sulit. tingkat kesulitan menjadi besar dimana gaya hidupnya berbeda sekali dengan anggota lainnya dalam keluarga.
f. Penyesuaian pekerjaan
  • Penyesuaian pekerjaan makin cocok bakat dan minatnya dengan jenis pekerjaan yang diemban, makin tinggi pula tingkat kepuasan yang diperoleh. pola umum kehidupan mereka bergantung pada beberapa banyak yang mereka peroleh dan bagaimana cara memperolehnya.
2. Perkembangan Dewasa Madya ( 40 tahun - 60 tahun )

a. Penyesuaian terhadap perubahan fisik
  •  penyesuaian diri terhadap perubahan fisik terasa sulit karena adanya kenyataan bahwa sikap individu yang kurang menguntungkan semakin di intensifkan lagi oleh perilaku sosial yang kurang menyenangkan terhadap perubahan normal yang muncul bersama pada tahun – tahun selanjutnya.
b. Perubahan Kognitif
  • Pada usia setengah baya kemampuan kognitifnya yang menurun adalah kemampuan mengingat, berpikir, mekanisme yang memerlukan kecepatan dan keakuratan input melalui panca indra agar dapat mengamati gerak, perbedaan, perbandingan dan pengelompokan atau pengkategorian.
c. Penyesuaian peran seksual

Penyesuaian fisik yang paling sulit dilakukan oleh pria maupun wanita pada usia madya terdapat pada perubahan, pada kemampuan seksual mereka.
  • Perubahan seksual pada wanita; perubahan tubuh dan emosi secara umum terjadi pada saat menopause, tetapi tidak selalu disebabkan atau berhubungan dengan keadaan tersebut. berhentinya menstruasi hanya merupakan salah satu aspek dari menopause.
  • Perubahan seksual pada pria klimakterik pada pria sangat berbeda dengan menopause pada wanita. klimakterik dating kemudian, biasanya pada usia 60 atau 70 tahunan dan berjalan sangat lambat.
d. Penyesuaian perubahan minat
  •  perubahan minat yang ada perubahan tugas, tanggungjawab, kesehatan dari peran dalam hidup, konsentrasi pria pada bidang pengembangan kerja pada umumnya memainkan peran penting dalam menekan keinginan mereka dibanding pada masa yang relative masih muda.
e. Penyesuaian perubahan perkawinan

Pola kehidupan keluarga yang dijalani banyak mengalami perubahan selama periode usia madya seperti diungkapkan cavan “perubahan yang paling besar adalah penarikan diri dari anak – anak dari keluarga, meninggalkan bapak dan ibunya. sebagai unit keluarga” penyesuaian terhadap perubahan ini biasanya lebih sulit bagi wanita daripada pria karena kehidupan wanita berpusat pada rumah dan anggota keluarga selama tahun – tahun usia dini.

Kondisi yang merumitkan penyesuaian diri terhadap perubahan pola keluarga pada usia madya :
  • Perubahan fisik
  • Hilangnya peran sebagai orangtua
  • Kurangnya persiapan
  • Perasaan kegagalan
  • Merasa tidak berguna lagi
  • Kekecewaan terhadap perkawinan
  • Merawat anggota keluarga berusia lanjut.
f. Penyesuaian pekerjaan
  • Dewasa ini dengan semakin bertambahnya jumlah wanita yang memasuki dunia kerja usia madya, maka masalah pengalaman menyesuaikan diri dengan pekerjaan buka monopoli pria saja. wanita juga mempunyai banyak masalah yang sama dengan pria dan bahkan banyak wanita menganggapnya sebagai masalah yang unik bagi mereka.
3. Perkembangan Pada Dewasa Akhir ( 60 - isdead )

a. Penyesuaian terhadap perubahan fisik
  • Perubahan fisik bukan lagi pertumbuhan tetapi pergantian dan perbaikan sel – sel tubuh.
  • Pertumbuhan dan reproduksi sel – sel menurun, oleh karena itu peristiwa penurunan pertumbuhan dan reproduksi sel – sel menyebabkan terjadi banyak kegagalan pergantian sel – sel yang rusak, lamanya penyembuhan apabila lansia menderita sakit.
b. Perubahan Kognitif
  • Orang yang sudah tua menjadi pelupa, reaksi terhadap rangsangan yang semakin lamban
  • Orang yang sudah tua itu sebagian orang memusuhi generasi muda mempertahankan cara lama dan tidak ingin adanya perubahan.
c. Penyesuaian peran seksual
  • Setiap orang butuh dicintai dan dipelihara meskipun sudah tua.
d. Penyesuaian perubahan minat

- Minat pribadi
  • Minat dalam diri sendiri : orang menjadi semakin dikuasai oleh diri sendiri apabila semakin tua
  • Minat terhadap pakaian : minat terhadap pakaian tergantung pada sejauh mana orang berusia lanjut terlubat dalam kegiatan sosial
  • Minta terhadap uang : pensiun atau pengangguran mungkin akan menjalani masa tuanya dengan pendapatan yang kurang bahkan mungkin tanpa pendapatan samasekali.
- Minat untuk rekreasi :beberapa perubahan dalam kegiatan sering dilakukan karena memang     tidak dapat dielakkan
- Minat sosial
- Minat untuk mati

e. Penyesuaian perubahan perkawinan
  • Salah satu cara orang usia lanjut dalam mengatasi masalah kesepian dan hilangnya aktivitas seksual yang disebabkan karena tidak mempunyai pasangan hidup adalah dengan cara menikah kembali. menikah lagi pada masa dewasa ini merupakan hal yang biasa daripada masalalu. bagaimana seperti telah ditekankan pada uraian yang terdahulu, bahwa kesempatan untuk menikah kembali lebih sedikit bagi wanita daripada bagi pria dari tahun ke tahun.
f. Penyesuaian pekerjaan
  • Pria lanjut usia biasanya lebih tertarik pada jenis pekerjaan yang statis dari pada pekerjaan yang bersifat menantang yang mereka sadari tak mungkin ada. mereka lebih puas dengan pekerjaannya pada orang yang lebih muda. wanita yang tidak bekerja selama masa dewasa ini ketika mereka sibuk dengan pekerjaan rumahtangga dan mengurus anak, sering kali bekerja usia madya dan mendapatkannya. sebagai komponensasi kepuasan dari tanggungjawab keluarga dan rumah semakin berkurang.


KESUKSESAN TERBESAR DALAM HIDUPKU..



Nama: Elisabeth iga mawarni faot
No reg: 13115030
Kelas: A
                       
                                            Kesuksesan itu tidak jatuh dari langit


              Kesusksesan menurut saya” sesuatu yang harus di perjuangkan”  tanpa berjuang yang didapatkan pasti nihil. Pada umumnya orang beranggapan bahwa sukses itu memiliki jabatan tinggi di pemerintahan, memunyai rumah mewah, mobil yang mahal  dan sering melakukan perjalanan ke luar negeri intinya menjadi orang terkenal dan sangat di hormati di segani di lingkungan keluarga maupun masyarakat  setiap orang  memaknai kesuksesan pasti tergantung pada persepsi masing-masing insan,  begitu jaga pendapat saya tentang kesuksesan. Mengenai kesuksesan  tentu tidak lepas dari proses, hasil, rencana, dan target sayangnya orang hanya menilai dari hasilnya.
        Perjalanan hidup saya di mulai dengan dasar yang sangat sulit di mana yang harus menghadapi moment yang tidak pernah di lupakan dengan meninggalnya salah satu orang tua saya yaitu Ayah saya yang sangat  sayangi. Sebagai anak ke dua dari lima bersaudara  saya menjadi kakak tertua sementara di rumah karna menggantikan posisi kakak yang harus bersekolah di luar daerah dan saya bersekolah di dekat rumah saya. Ibu saya yang hanya seorang ibu rumah tangga yang baik dengan setia menggurus kami semua. Kehidupan perekonomian keluarga kami sangat merosot setelah meninggalnya ayah saya, kesulitan saya didalam pendidikan saya maupun biaya kehidupan sehari-hari sungguh sangat sulit tapi tidak pernah membuat saya putus asa karna perjuangan saya harus tetap di lanjutkan keinginan saya setelah lulus dari sekolah menengah atas saya harus melanjutkan saya mengikuti PMDK yang dilaksanakan di sekolah dari penguruan tinggi negeri saya berhasil terpilih dari sekolah saya untuk bisa langsung masuk ke perguruan tinggi tetapi ternyata Tuhan membelokkan keinginan saya setelah saya berhasil masuk di perguruan tinggi negeri saya sangat senang karna  bisa memberi sedikit senyuman kepada ibu saya karna bisa masuk di perguruan tinggi negeri. Ternyata mimpi itu cuman senyum sesaat dan  saya harus kubur dalam-dalam  mimpi tersebut, sedih, jatuh bangun air mata pengorbanan yang saya lakukan dengan belajar sungguh-sungguh untuk masuk ke perguruan tinggi tidak bisa di lanjutkan karna terkendala  biaya pada saat pendaftaran awal.
 Saya mulai pesimis dengan masa depan saya, tapi mencoba untuk tidak terhanyut dalam bayang-bayang suram  kehidupan saya sangat mendua berjuang  atau pasrah akan keadaan  yang sekarang. Akhirnya saya memutuskan untuk bekerja agar lebih meringankan beban ibu saya. Setelah saya bekerja di sebuah apotik di daerah tempat tinggal saya setelah setahun bekerja saya tidak cukup mengumpulkan uang untuk masuk perguruan tinggi kali ini saya benar-benar sudah tidak bisa berbuat apa-apa sempat saya terpikir lagi untuk tidak memperjuangkan sesuatu yang sia-sia saya beranggapan  bahwa saya mungkin tdak akan pernah bisa seperti teman-teman yang memiliki  orang tua lengkap dan lebih lancar dalam hal pendidikan sehingga mendapat pekerjaan yang lebih menjanjikan nantinya.   Dengan semangat dari ibu saya ia selalu mendorong saya untuk semangat dalam melanjutkan sekolah,  mulailah timbul keinginan untuk  bekerja lagi tapi saya memilih untuk melamar pekerjaan di tempat lain. Ternyata Tuhan memberi saya jalan yang baik sehingga saya mendapatkan pekerjaan kali ini saya lebih serius dalam bekerja lebih banyak menabung untuk pendidikan. Setelah satu  tahun lebih saya bekerja saya pun berhasil mengumpulkan sedikit demi sedikit pundi-pundi rezeki dari hasil kerja keras saya dalam kurun waktu tersebut. Kali ini tekad saya benar-benar sudah bulat saya mulai melangkah memasuki gerbang univesitas widya mandira kupang dengan hati yang begitu tenang saya mendaftarkan diri mengikuti prosedur yang ada hingga mengikuti ujian dan mendapatkan hasil bahwa saya diterima menjadi  bagian dari unwira, rasa bangga atas pencapaian kerja keras dalam kurun waktu yang lama terbayar sudah inilah keberhasilan terbesar dalam diriku. Bagi saya kesuksesan tidak pernah jatuh dari langit butuh perjuangan yang dibayar dengan harga yang sangat mahal.